Bangunan & Stabilitas Kapal

=>.a.Jelaskan bagaimana percobaan stabilitas

( INCLINING EXPERIMENT ) di lakukan ?

b.Sebutkan hasil yang di peroleh dari percobaan tersebut.

Jawab :

a.Percobaan stabilitas pada sebuah kapal untuk mengetahui letak titik berat G kapal kosong dengan cara kapal di buat miring dengan menggeser sebuah bobot secara melintang di deck sehingga kapal senget pada sudut yang kecil, penyimpangan di ketahui dengan tali bandul yang di gantung bebas sehingga dapat di ketahui besarnya sudut penyimpangan dan biasanya di lakukan pada saat kapal selesai di bangun.

b.Yang di hailkan dari percobaan stabilitas :

- Untuk dapat mengetahui letak titik G kapal kosong

- Untuk dapat mengetahui GM

=>.a.Jelaskan mengapa pada kapal yang memuat biji-bijian & mengoleng dapat terjadi

“Free Surface Effect”

b.Terangkan pengaruhnya terhadap GM

( Tinggi Metacentris ) kpl !

Jawab :

a.Karena muatan biji-bijian tersebut akan bergerak bebas secara transversal sehingga bias menyebabkan titik berat akan berpindah.

b.Karena apabila terjadi pergeseran muatan, maka titik berat muatan akan berpindah, Sehingga nilai GM pun akan berubah

=>.Terangkan dengan singkat apa yang di maksud dengan :

a.Angle of Loll & tuliskan rumus untuk menghitungnya !

b.Capsizing Moment

c.Inclining Experiment

Jawab :

a.Angle of Loll :

- Bila terjadi sudut senget yang lebih besar, maka titik B yang menekan ke atas akan bergerak terus keluar hingga menjadi segaris dengan gaya yang menekan ke bawah, maka lengan penenggaknya ( GZ ) = 0 & kapal akan bersandar pada sudut senget atau kemiringan sebuah kapal akibat GM kapal Negative ( BM negative )

Rumusnya :

b.Capsizing Moment Or Moment :

- Penyenget adalah sebuah moment yang terbentuk pada stabilitas awal negative, di mana jika kapal mengoleng oleh pengaruh luar moment tersebut akan membuat kapal bertambah senget & sewaktu-waktu dapat membuat kapal terbalik

c.Inclining Experiment :

- Percobaan stabilitas pada sebuah kapal untuk mengetahui letak titik berat G kapal kosong dengan cara menggeser sebuah bobot secara melintang di deck sehingga kapal senget pada sudut yang kecil, penyimpangan di ketahui dengan tali bandul yang di gantung bebas sehingga dapat di ketahui besarnya sudut penyimpangan & biasanya di lakukan pada saat kapal selesai di bangun

=>.Sebuah kapal berada di pelabuhan dalam keadaan miring 7º ke kanan, akan memuat sebanyak 400 ton, yang di letakkan sebagian dengan titik berat 8m di kiri bidang si metri dan sisanya dengan titik berat 4 m di kanan bidang simetri kapal .

- Diketahui : Displacement 8000 ton

KM = 9 m

KG = 8 m, tg 7º = 0,123

- Ditanyakan : Hitung pembagian bobot di kanan

dan di kiri di bidang simetri kapal,

agar kapal dapat tegak kembali !

Jawab :

GM  = KM – KG = 9 – 8 = 1 m

GG1 = GM x tg 7º

= 1 x 0 , 123

= 0,123

W

D

Mka

Mki

8000

0,123

984

-

X

8

-

8x

400x

4

1600x

-

2584 – 4x      8x

Mka             =  Mki

2584 – 4x    = 8x

2584            = 8x + 4x

X                 = 2584

12

= 215,3 ton

Muatan di kiri       =  215,3 ton

Muatan di kanan   =  400 – 215,3 = 184,7 T

=>.Sebutkan semua jenis-jenis gading dalam konstruksi kapal dan penempatannya masing-masing :

Jawab :

Jenis-jenis Gading :

- Gading haluan terdapat di depan sekat pelanggaran

- Gading agung terdapat di tengah panjang kapal

- Gading buritan terdapat di belakang sekat buritan

- Gading simpul terdapat di antara sekat buritan dan gading buritan

- Gading serang terdapat di tempat-tempat yang memerlukan kekuatan ekstra spt di KM

=>.Data-data apakah yang dapat di peroleh dari Doc. Stabilitas kapal berikut :

a.DWT Scales

b.Hydrostatic Curves

c.Cross Curves

Jawab :

a.DWT Scales :

- Draft kapal

- Displacement air laut dan air tawar

- TPC air laut dan air tawar

- Freeboard dan Plimsoll Mark

- MCTC di air laut

- DWT di air tawar dan air laut

- light Displacement dan KG kapal kosong

b.Hydrostatic Curves :

- Draft kapal ( Interpolasi draft )

- Displacement dari kedua data tersebut kita bias mendapat TPC, LCB, LCF, TRIMMING MOMENT, & MCTC

c.Cross Curves:

- Metode GZ adalah sudutkemiringan kapal di mana sudut kemiringan di peroleh dari interpolasi antara GZ dengan displacement kapal.

- Metode GM adalah sudut kemiringan kapal di mana sudut kemiringan di peroleh dari interpolasi antara draft kapal dengan GM kapal.

GG’    = 160  = 0,019 m

8500

TgӨº =  GG’  = 0,019 = 0,014 = 0,8º

GM”    1,35

Jadi kondisi kapal sekarang senget 0,8º ke kiri

=>.Sebutkan Fungsi dari :

a.Geladak

b.Double Bottom

c.Lunas Samping

d.Striker Plate

Jawab :

a.Geladak :

- Untuk membagi kapal ata beberapa tingkat

- Untuk menahan beban di atasnya dan membagi beban tersebut ke gading-gading

- apabila di dalam palka, berfungsi membagi / memisahkan muatan

b.Double Bottom :

- Bila kapal kandas / bocor maih ada dasar yang kedap air

- sebagai ruang muatan cair, air ballast, air tawar dan bahan bakar

- Membantu mengatur stabilita kapal

- Menambah kekuatan melintang kapal

c.Fungsi Lunas Samping :

- Mengurangi periode olengan kapal

- Memperbesar hambatan air sehingga amplitude olengan menjadi kecil

- Olengan kapal yang terjadi dir edam sehingga sudut olengan menjadi kecil

d.Fungsi Striker Plate :

- Sebagi pelindung / penahan batu agar tidak mengenai langsung dasar tangki / got ballast, dengan demikian tangki / got tersebut akan terhindar dari kebocoran karena soundingan yang di lakukan setiap harinya.

=>.Sebutkan :

a.Dua cara memperkuat sudut sekat / Bulkhead

b.Fungsi Cofferdam di Double Bottom

c.Ketentuan / penempatan pintu kedap air klas 1

Jawab :

a.Dua ( 2 ) cara memperkuat suatu sekat yaitu :

- Dengan mempertebal bagian bawah sekat di bandingkan bagian atas

- Dengan menggunakan shifferers di sekeliling sekat

b.Fungsi Couferdam di Double Bottom :

- Yaitu untuk memisahkan Dua ( 2 ) buah tangki yang memiliki / di isi dua ( 2 ) buah muatan / cairan yang berbeda

c.Ketentuan / penempatan pintu kedap air klas 1 yaitu :

- Harus dapat dibuka / di tutup pada kemiringan kapal 15º

- Harus di pasang dengan system control dari alat-alat mekanik listrik & elektronik

- Harus di pasang indicator menunjukkan terbuka / tertutup

- Plate yang di angkat tidak boleh di pasang sekat, kecuali sekat pada kamar mesin

- semua pintu kedap air harus dalam keadaan tertutup selama pelyaran

- harus di lengkapi alat-alat bagian yang dapat di gunakan untuk menutup / membuka pintu dengan cepat dan dapat di layani dari kedua sisi pintu

- Pintu kedap air di tempatkan pada ruang – ruang penumpang, awak kapal dan ruang kerja

- Pintu kedap air hanya boleh di pasang di atas garis muat & dengan cepat dapat di buka / di tutup dengan cara memutar pasak.

=>.Kapal masuk pelabuhan dengan Displacement 8200 ton an sarat rata-rata 64 dm, KG = 6,2 m akan melakukan kegiatan Sebagai berikut :

Muat  : 3600 ton beras di Lower Twin Deck yang titik beratnya 6,5 m di atas lunas

Bongkar  : 2000 ton plat besi di Lower Hold yang titik beratnya 3,5 m di atas lunas

Isi : 200 ton air tawar di afterpeak Tank yang titik beratnya 2,5 m di atas lunas.

TPC : 20 ton, KM akhir : 8,0 m

Pemakaian oprating load selama di pelabuhan

di abaikan

Hitung :    a. Sarat rata-rata elesai kegiatan !

b.GM akhir kapal

Jawab :

a.▲W              = 11.800 – 8200 = 3600 tons

▲Draft         = ▲W = 3600  =  180cm

TPC      20

=  1,8 m

Sarat rata-rata           :  6,4m

▲Draft                     : 1,8 m     +

Sarat akhir                : 8,2 m

Jadi sarat rata-2 selesai kegiatan adalah = 8,2 m

b.

No

Item

W

VCG

Moment

01

8200

6,2

50.840

02

+

3600

6,5

23.400

03

-

200

3,5

700

04

+

200

2,5

500

∑W     : 11.800 ∑Moment : 74.040

KG Bru       =  ∑ W  =  74.040  = 6,27 m

∑ Mo     11.800

GM Akhir   = KM – KG Baru

= 8 – 6,27

=  1,73

=>.Terangkan cara menetapkan nilai VCG

( Vertical Centre Gravity ) bagi :

a.Muatan general cargo yang tidak penuh dalam suatu palka !

b.Muatan container pada setiap BAY, ROW, TIER

Jawab :

a.Dengan cara perhitungan moment di mana mencari dahulu nilai VCG dari masing-masing muatan-muatan tersebut

b.Dengan cara di hitung setiap BAY, ROW dan TIER baik on deck maupun di dalam palka yangdi hitung dari lunas ke perpotongan diagonal cotaine

=>.sebuah tongkang yang berbentuk Box memiliki panjang 32 m. Displacement 352 T

bila dalam keadaan kosong, terbagi dalam 4 buah compartemen yang sama .Dimuti muatan sebagai berikut :

Palka 1  : 172 T

Palka  2 : 224 T

Palka  3 : 272 T

Palka  4 : 176 T

Buatlah : a..Load Diagram &

b.Shear Force diagram

c.Bending Moment Diagram dan nilai

maksimum bending moment.

Jawab :

- Berat Tongkang per meter : 352 = 11 ton

32

- Berat Tongkang + Cargo per meter :

 352 + 172 + 224 + 272 + 176  = 37,375 ton

32

- Interpal jarak   32   = 8 m

4

- Berat cargo + Tongkang per meter

Palka 1   : 172  +  11 =  32,5 ton

8

Palka  2  : 224  +  11 =  39 ton

8

Palka  3  : 272  +  11  = 45 ton

8

Palka  4  : 176  +  11  = 33 ton

8

▲sarat    =     W      = 2272,5  = 1,14 m

TPC           20

Sarat rata-rata                          = 7,60 m

▲Sarat                                     = 1,14 m  +

Penambahan sarat                    = 8,74 m

Jadi sarat rata-rata kpl setelah kegiatan= 8,74 m

=>.Sebuah kapal dapat mengalami miring pada saat benda di atas air tanpa adanya pengaruh gaya dari luar.

a.Apakah sebab-sebab kemiringan tersebut ?

b.Jelaskan cara memperbaiki keadaan tersebut,agar kapal kembali tegak ?

Jawab :

a.Salah dalam pengaturanmuatan sehingga menyebabkan nilai GM kapal Negative

b.Mengshifting muatan sehingga nilai GM positif dan kapal kembali tegak / stabil

=>.Terangkan artinya tanda-tanda pada bangunan / konstruksi kapal berikut ini :

a.  ¤                   b.  Ө                     c.CL

Jawab :

a.A midship ( Tengah-tengah Kapal )

b.Plimsoll Mark (garis muat merkah kembangan )

c.Centre Line : yaitu suatu garislurus yang membagi ½ bagian kapal yang sama besar secara melintang

=>.Sebuah kapal dengan berat benaman 8000 ton mengapung di laut dengan BJ = 1,025 kg / m², memuat muatan sebanyak 300 ton.

Hitunglah : Berapa penambahan sarat kapal tersebut ?

Jawab :

Penambahan sarat    =   W

TPC

300

14

=  21,4 cm = 0,21 m

=>.Panjang kapal 90 m & sarat depan = 5,00 m, sarat belakang = 5,00 m Lcf terletak 1,5 m di belakang tengah-tengah kapal TPC=10 dan MTC= 120 t-m.

Hitung sarat barunya bila mengisi bahan bakar ebanyak 250 ton yang di tempatkan pada tanki yang titik beratnya 14 m di belakang tengah-tengah kapal

Jawab :

COT = w x d

MTC

= 250 x ( 14 + 1,5 )

120

= 3875   =  32,292 cm

120

CODF =  L1 x COT

T

½ L+1,5 x 32,292 = 16,684 cm = 0,16m

90

CODA =  COT – CODF

=  32,292 cm – 16,684 cm

=  15,608 cm

=  0,15 m

Penambahan sarat   =  W

TPC

250 = 25 cm = 0,25 m

10

Sarat Awal             :       5,00 m            5,00 m

Penambahan sarat  :     +0,25 m          +0,25 m

5,25 m             5,25 m

COD                       :     -0,16 m           +0,15 m

Final Draft              :      5,09 m             5,40 m

=>.Gambarkan & sebutkan letak bagian bangunan kapal berikut ini :

a.Sekat tubrukan ( Collision Bulkhead )

b.Gading-gading besar ( Web Frames )

c.Lunas samping ( Bilge Keels )

Jawab :

a.

                            Sekat tubrukan

       b.

Lunas Samping

c.Di pasang di lajur-lajur samping kapal yang berlunas datar. Gunanya untuk mengurangi freqwensi olengan . Besarnya daya redam dari lunas samping berbanding lurus dengan kecepatan kapal. Agar memenuhi fungsinya pemasangan lunas samping harus tepat benar. Yaitu tepat pada perpotongan garis diagonal  antara perpotongan garis lambung dengan perpanjangan luas dengan perpotongan antara garis air dengan bidang si metri dengan kulit kapal.

           W                 Garis Air                            L

                                        Diagonal

              Dasar Berganda

=>.Sebutkan di mana data-data kapal berikut ini dapat di peroleh :

a.TPC ( Ton per cm )

b.Koefisien Balok ( C B )

c.FWA ( Fress water Allowance )

Jawab :

a.Di peroleh dari DWT Scales & Hydrostatic Curves

b.Di peroleh dari DWT Scales & Hydrostatic Curves

c.Di peroleh dari DWT Scales & Hydrostatic Curves

=>.a.Garis WNA yang terletak di sebelah depan LWNA di sebelah belakang dari lingkaran Plimsoll Mark di peruntukkan bagi kapal-kapal apa saja ? jelaskan

b.Kapal-kapal tertentu dapat di berikan “ Timberk ship marks “ Jika memenuhi kondisi-kondisi itu !

c,Jelaskan peraturan-peraturan IMO ( IMO Lumber REgulatinons ) yang harus di penuhi bagi kapal muat kayu ( Timber Ship )

Jawab :

a.WNA di peruntukkan bagi :

- Kapal-kapal selain tanker yang panjang tak

> 100 m, dengan ketentuan bahwa jarak WNA di bawah W adalah 50 mm.

- Khusus untuk kapal-kapal tanki maka jarak WNA di bawah W adalah 25 mm setiap 30, 5 m panjang kapal

- Timber Ship merkah LWNA adalah The lumber Winter North Atlantik Mark. Ini segaris dengan WNA biasa di sini juga tidak ada pengurangan Free Board yang di berikan oleh peraturan .

=>.Sebuah kapal berada di pelabuhan sunga

( BJ = 1,010 ) dengan sarat rata-rata = 8,0 m. Kapal akan muat sebanyak-banyaknyaagar nanti di laut mencapai sarat rata-rata 8,1 m

Dik : TPC = 15, FWA = 150 mm.

Hitung berapa ton muatan yang dapat di muat

( pemakaian oprating load selama di pelabuhan & di sungai di abaikan )

Jawab :

DWA = FWA x 1,025 – 1000

25

= 150 x 1,015

25

= 0,09 cm

Summer Drft                =       810  cm

S – T ( 1/14×810 )        =      16,9  cm      +

T Draft di Laut             =      826,9cm

D W A                          =      0,09  cm      +

T Draft di Sungai         =   826,99 cm

Sarat Awal                   =   800,00  cm      -

▲sarat                          =    26,99  cm

W   = ▲sarat x TPC

= 26,99 cm x 15     =  404,85 ton

Muatan yg dapat dimuat sebanyak 404,85 ton

=>.Sebuah kapal berada di suatu pelabuhan dengan sarat rata-rata = 64 dm, akan melakukan kegiatan sebagai berikut :

Muat : 1000 Ton dengan titik berat muatan 5,2 m di atas lunas. Mengisi 420 Ton airtawar di tangki DB yang tinggi tangkinya 4 m dari lunas.

Bongkar :360 Ton muatan yang memiliki titik berat 10m di atas lunas. Dari data Hydrostatic Curves di dapat keterangan sbb :

Displacement = 8200 Ton. TPC = 22

KM = 12 m. Jika dik : KG awal = 11 m & setelah kegiatan nilai KM di anggap tetap, maka hitung :

a.GM akhir kapal

b.Sarat rata-rata setelah selesai kegiatan, ( pemakaian operating load selama di pelabuhan di abaikan )

Jawab :

No

Item

W

VCG

Moment

01

8.200

11

90.20

02

+

1.000

5,2

5.200

03

+

420

4

1.680

04

-

360

10

3.600

9.260          KG        93.480

KG =∑ M = 93.480 = 10,09

∑ W      9.260

GM akhir = KM – KG = 12 – 10,09 = 1,91 m

▲ Sarat = W = 1060 = 48,1cm = 0,48 m

TPC    22

Sarat rata-rata awal                  =   6,40 m

▲ Sarat                                    =   0,48 m   +

Penambahan sarat                    =   6,88 m

Jadi sarat rata-rata kpl setelah kegiatan = 6,88m

=>.Sebutkan keguanaaan dari data-2 kapal berikut ini :

a.Plimsolk Mark

b. Tonnage Mark

c.Shell Plating

Jawab :

a.Kegunaan Plimsol Mark :

- Untuk membatasi jumlah beban / muatan yang boleh di angkut oleh sebuah kapal dengan aman sesuai dengan daerah pelayarannya atau untuk membatasi sarat maksimum sebuah kapal demi keamanan ,dengan demikian menjamin kapal tersebut mempunyai daya apung cadangan yang cukup.

b.Tonnage Mark:

- Di gunakan untuk mengetahui muatan / beban yang telah di muat / di bongkar di atas kapal

c.Shell Plating :

- Untuk mengetahui / menandai plat yang akan dig anti jika ada ke bocoran / kerusakan pada plat tersebut

=>.Pada waktu kapal akan brangkat atau tiba di pelabuhan akan meminta data Ship’s Condition.

a.sebutkan isi data pada suatu Ship’s Condition

b.Untuk apa data-data tersebut ? jelaskan !

Jawab :

a.Isi data Ship’s Condition :

- Nama kapal            - Last Port

- Waktu tiba              - Next Port

- Waktu berangkat    - Deraft Depan

- Draft Tengah          - Draft Belakang

- Sisa Air Tawar        - Sisa Bahan Baker

- Sisa Lube Oil

b.Data tersebut di gunakan untuk :

- Pembuatan Port Clearance

- Laporan Owner / Agent kepada pihak Imigrasi

=>.Untuk menghitung KG akhir kapal, titik berat muatandi palka di hitung sesuai titik pusat ruang palka itu.

a.Perhitungan ini menjadi tidak  teliti jika palka berisi beberapa jenis muatan, terangkan mengapa demikian ?

b.Untuk kapal Container, jelaskan bagaimana cara menetapkanVCG ( Vertical Center Of Gravity ) muatan Container !

Jawab :

a.Karena setiap jenis muatan mempunyai di mension / ukuran yang berbeda-beda untuk menghitung KG muatan yang ada di dalam palka dengan cara di hitungtitik berat muatan yang berada di suatu palka di hitungdari lunas kapal sampai setengah tinggi muatan yang ada dalam palka.

b.Cara menetapkan VCG muatan container dengan cara di hitung setiap BAY< ROW< & TIER baik on deck maupun di dalam palka yang di hitung dari lunas ke perpotongan diagonal container.

=>.a.Sebutkan kapal-kapal apa saja yang pada plimsoll marknya di lengkapi dengan garis muat WNA ( Winter Nort Atlantic )

b.Jelaskan mengapa kapal-kapal tersebut mempunyai garis WNA ?

Jawab :

a.Kapal-kapal yang pada plimsoll marknya di lengkapi dengan garis muat WNA :

- Kapal yang berukuran panjang < 100 m

- Kapal-kapal yang berlayar di daerah Laut North Atlantic

b.Kapal-kapal tersebut mempunyai garis muat WNA karena :

- Kapal melayari daerah pelayaran samudra Atlantik utara ( Nort Atlantic ) dimana pada musim winter sering terjadi badai & topan yang cukup berbahaya bagi kapal-kapal yang berukuran tersebut sehingga untuk meningkatkan keselamatan kapal-kapal tersebut di haruskan memiliki freeboard yang lebih.

=>.Sebuah kapal berada di pelabuhan dalam keadaan miring 7º ke kanan, akan memuat sebanyak 400 ton yang di letakkan sebagian 7 m di kiri bidang simetri kapal dan sisanya 5 m di kanan bidang simetri kpl

Diketahui : Dispalacement  = 6000 ton,

GM = 1 m,tg 7º = 0,123

Ditanyakan : Hitung berat muatan yang di tempatkan di kanan dan di kiri bidang simetri kapal agar kapal dapat tegak kembali !

Jawab :

GG1 = GM x tg 7º

= 1 x 0,123

= 0,123

W

D

Mka

Mki

6000

0,123

738

-

X

7

-

7x

400x

5

2000x

-

2738 – 5x    7x

=>.Sebuah ruang muat yang terisi penuh muatan, memounyai permeabilitas 25%

a.Apa yang di maksud permeabilitas suatu ruangan di kapal ?

bTerangkan hubungan antara Permeabilitas dengan Broken Stowage dalam suatu ruang muat kapal !

Jawab :

a.Permeabilitas suatu ruangan di kapal adalah perbandingan dalam persen antara ruangan yang dapat di isi dengan sisa ruangan bila kapal kemasukan air ( bocor ), bila permebilitas 25% artinya ruangan ¼ terisi air &¼ ruangan muatan.

b.Hubungan permebilitas dengan Broken Stowage adalah :

Perm =        BS        x  100% pertons

SF ruangan

=>.Jika kapal mengalami kerusakan pada plat lambung di antara gading-gading 23 – 24 & lajur kulit kapal E – 17.

a.Terangkan maksud dari data-data tersebut !

b.Langkah apa yang perlu di lakukan jika lokasi itu berada 10 cm di bawah permukaan air ?

Jawab :

a.Maksud data-data tersebut adalah :

- Letak gading-gading 23-24 di htung mulai dari belakang kedepan yang di mulai dari gading-gading nol / buritan sampai gding nol tersebut dan lajur kulit kapal E – 17 di hitung mulai dari bawah ( pengapit lunas ) terus keatas secara alphabet : A, B, C, D sedang pemberian nol pada lajur-lajur tersebut secara berturut-turut dari belakang kedepan sampai sebaliknya.

b.Langkah yang perlu di lakukan jika lokasi berada 10 cm di bawah permukaan air :

- Kapal di miringkan

- Di Klem dengan baut dari plate bulat ( ring ) dari luar dan dalam

- Di semen

- Di pompa airnya.

=>.Anda dapat mencari GM ( Tinggi Metacentris ) dan KM di dapat dari Hydrostatic Curve dengan argument draft

a.Terangkan dengan bagan, bagaimana cara menghitung GM tersebut

b.Jelaskan bedanya jika menghitung GM dengan menggunakan priode oleng kapal.

Jawab :

a.GM    =  KM – KG

KG di dapat dari dalil moment  ∑ M

∑ W

KM di dapat dari digram metacentris / Hdrostatic Curves.

b.T    = ( 0,75 B ) 2

GM

GM= ( 0,75 B ) 2

GM

Keterangn : T  =  Periode Olengan

B  = Lebar Kapal

=>.Jelaskan mengapa terjadi Free Surface Effect pada tangki-tangki kapal yang slack di kapal.
Jawab :

- Bila dalam tangki-tangki kapal terdapat cairan yang tidak penuh maka permukaan cairan berubah / bergeser kea rah kemiringan kapal, bila kapal mengoleng maka terjadilah Free Surface Effect ( pengaruh permukaan bebas ), yang berakibat bila kapal miring maka titik G kapal akan mengalami kenaikan semu sehingga nilai GM kapal akan mengecil ( GM efektif )

a.Load Diagram :

- Palka 1  : 37,375 – 32,5  = 4,875

- Palka 2  : 37,375 – 39     = 1,625

- Palka 3  : 37,375 – 45     = 7,625

- Palka 4  : 37,375 – 33     = 4,375

b.Shear Force Diagram :

- Palka  4 : 4,375 x 8 = 26

- Palka  3 : 35 – ( 7,625 x 8 ) = -26

- Palka  2 : -26 – ( 1,625 x 8 ) = -39

- Palka  1 : -39 + ( 4,875 x 8 ) = 0

c.Bending moment diagram & nilai maksimum bending moment

=>.Sebuah kapal yang berlayar dari laut menujuke suatu perairan sungai, wajib melaporkan sarat kapal jika berada di sungai tersebut

a.Jelaskan bagaimana cara menghitungnya !

b.Terangkan terjadinya perubahan sarat kapal, jika berlayar di perairan yangberat jenis airnya berbeda.

Jawab :

a.     – Dengan Rumus berat benaman tetap yaitu :

Vol Baru    =  Vol.lama x ( BJ lama )

BJ baru

- Dengan Rumus sarat tetap yaitu :

▲ baru      =  ▲lama x ( BJ lama )

BJ baru

- FWA          =       W

40 TPC

- DWA          = FWA x ( 1,025 – BJ )

0,025

b.-Bila berat benaman kapal tetap, maka sarat kapal akan berubah.

- Bila sarat kapal tetap, maka berat benamannya akan berubah.

=>.Terangkan dengan gambar bagaimana cara menetapkan letak Centre of Gravity ( VCG ) untuk muatan – muatan :

a.Kapal container

b.Kapal Tanker

c.Kapal Barang

Jawab :

a.Dengan cara di hitung tiap BAY, ROW & TIER baik on Deck maupun di dalam palka yang di hitung dari lunas ke perpotongan diagonal container.

Gambar :

On Deck

In Hold

VCG

VCG

b.Dengan cara di hitung dengan titik berat kapal dari titik tengah diagonal muatan yang ada dalam masing-masing tanki sampai ke lunas kapal.

Gambar :

Ullage

                                                                       Liquid

VCG

=>.Jelaskan dengan gambar keadaan kapal miring karena :

a.Pengaruh kekuatan dari luar ( External Force )

b.Pembagian bobot yang tidak simetris terhadap bidang tengah kapal

Jawab :

a. Gaya dari luar ( Gambar ) :

CL

M

W                                              L

GZ = GM. Sin ø

( V Density )

Bila kapal miring karena pengaruh gaya dari luar maka titik B berpindah ke B1 miring dengan sudut senget yang sama. Di air tenang kapal hanya akan miring ke salah satu sisi saja.

b.Pembagian bobot yang tidak simetris (Gambar)

CL    Tgølist = GG /GM

Tgø W/L=GM/B

(Pengaruh GM

Negative )

W                                              L

K

Karena bobot yang tidak simetris terhadap C/L maka titik G berpindah ke titik G1 searah bobot ( letak titik G di luar C / L

=>.Buktikan bahwa :

a.Nilai TPC pada setiap sarat kapal tidak sama !

b.FWA ( mm )   =      ▲

40 TPC

Jawab :

a.TPC    =  ½ x   1      (AWP0 x AWP1) x Density

100

Untuk 1 cm density, maka AWP0 = AWP1

Jadi TPC  = ½ x   1    x 2AWP x Density

100

=   1    x AWP x Density

100

FWA  ( mm )   =         ▲

40 TPC

Pembuktian :

- Misalkan berat air laut dengan volume Vm³ = W ton & berat air laut dengan volume Vm³= W ton, maka akibatnya ( analog ) W = W / 40. W adalah berat air laut dengan Volume V yaitu bagian kapal yang di batasi oleh

W1 L1 & W2 L2 dimana W1 W2 – L1 L2 = FWA. Jadi : W     =  FWA x TPC

W     =  W / 40

→ FWA x TPC    =     W

40 TPC

Lebih lanjut dapat di jelaskan bagi kapal-kapal kecil dan semua kapal-kapal tanki berukuran kecil terhadap Free Boardnya, sementara Timber Ship mempunyai posisi titik W terlalu di atas karena supaya waktu dock di serapoleh timber yang stowagnya tidak di payungi.

b.Factor-factor tertentu kondisi batas air adalah :

- Kapal harus mempunyai bangunan haluan

( Forecastle ) tidak boleh < 0,07 panjang kapal dan tidak boleh < standart Height

- Untuk kapal-kapal yang panjang maximum 75 m maka standart Height 1,8 m

- Untuk kapal-kapal yang panjangnya 125 m maka standart Height 2,3 m

- Intermediate standart Height dapat di hitung untuk Free BoardHeight antara 75m–125 m

- Height Poop / Raises Quarter Deck di perlukan jika panjang Free Board kapal ini < 100 m

- Tanki-tanki dasarberganda di pertengahan panjang kapal harus di bagi dengan dinding kedap air membujur yang memenuhi peraturan

- Kapal-kapal timber harus mempunyai Bulkwalk tinggi 1 m dengan tambahan pengutan / special Guard Rails yang kuat setinggi 1 m

- Timber the cargo ( walau kayu di atas deck ) harus di susun padat di ikat kuat supaya tidak bergerak posiinya tidak mengganggu navigasi kapal dan pekerjaan di kapal

c.IMO Lumber Regulation

- Luas di bawah curva statis darikemiringan

0º – 40º tidak boleh < 0,08 meradiam ( kapal biasa 0,090 meradiam )

- Maximum GZ tak boleh < 0,25 m

( kapal biasa 0,2 m )

- Initial Metric Centre Height ( GM )

tidak boleh < 0,10 m

- Minimum Bow Height ( tinggi bagian haluan minimum ) untuk kapal muat kayu di ukur dari garis & summer biasa, tidak di ukur dari garis Summer untuk kapal kayu

LS ( Lumber Summer ) mark.

=>.Terangkan perbedaan antara :

a Light Load Line dengan Deep Load Line

b.Length Over All dengan Length Between Perpendicular.

c.Deepest Draught dengan Air Draught

Jawab :

a.- Light Load Line :

Yaitu berat kapal kosong hanya dengan inventaris ttp.sedangkan

- Deep Load Line :

Yaitu berat kapal seluruhnya sampai kapal mencapai draft maksimum yang di izinkan

( Light Displacement + DWT )

b.- Length Over All :

Yaitu panjang kapal yang di ukur dari titik

terjauh di haluan sampai ke titik terjauh di

buritan , di ukur sejajar lunas, sedangkan

- Length Between perpendicular:

Yaitu panjang kapal yang di ukur dari garis

tegak depan sampai garis tegak belakang di

ukur sejajar dengan lunas.

c.- Deepest Draught :

Yaitu jaraktegak yang di ukur dari titik

terendah badan kapal sampai garis air,

sedangkan

- Air Draught :

Yaitu jarak tegak yang di ukur dari titik

terendah badan kapal sampai titik di geladak

lambung.

( Panjang seluruhnya / LOA )

                         ( Panjang Menurut Kelas )

(LBP)=Panjang Lambung Bebas

( Panjang Terdaftar = RB )

( Panjang Sepanjang garis air )

LOWL

=>.Buktikan bahwa :

a.Nilai TPC pada setiap sarat kapal tidak sama !

b.FWA ( mm ) =    ▲

40 TPC

Jawab :

a.TPC = ½ x  1  x  ( AWPO + AWPI ) x Density

100

Untuk 1 cm density, maka AWPO = AWPI,

Jadi TPC = ½ x  1  x 2AWP x Density

100

=    1   x  AWP x Density

100

b.FWA ( mm )  =        ▲

40 TPC

=>.Apakah yang di maksud dengan “ Satu Periode Olengan “ kapal itu ?

Jawab :

- Satu Periode Olengan yaitu jangka waktu yang di butuhkan, mulai dari saat kpal tegak, miring ke kiri, tegak, miring ke kanan sampai kapal kembali tegaklagi.

MKa              =  Mki

2738 – 5x      =  7x

2738              =  7x + 5x

X                   =  2738

12

=  228,2 Ton

Muatan di kiri         =  228,2 Ton

Muatan di kanan     =  400 – 228,2 = 171,8 ton

=>.Sebuah kapal yang panjangnya 120 m tiba di pelbuhan dengan Draft F = 7 m, A = 8 m,

TPC  = 20, MCTC  = 100 ton, COF terletak 3 m di belakang Midship

Memuat : 800 ton dengan titik berat 50 m di depan COP : 1.200 ton dengan titik berat 30 m di depan

COP : 600 ton dengan titik berat 25 m di belakang

COF : 1.200 ton dengan titik berat 45 m di belakang COF.

Ditanyakan : Draft kapal selesai memuat ?

Jawab :

W

D

Forward

After

800

53

42400

-

1200

33

39600

-

600

28

-

16800

1200

48

-

57600

82000        74400

MT             = 82000 – 74400

= 76000

COT           =   MT   = 76000  = 76 cm

MCTC      100

COD Aft    = 1 x COT

L

= 57 x 76 = 36,1 cm

120

COD Forw  = COT – COD Aft

= 76 – 36,1

= 39,9 cm

MS   =  W Forwd – W Aft  =  2000 – 1800

TPC                        20

= 10 cm

 Forward                    After

Draft lama   :   700 cm                    800 cm

MS               :     10 cm                      10 cm  +

710 cm                    810 cm

COD            :   39,9 cm  +               36,1 cm  -

Final Draft  :   749,9 cm               773,9 cm

:   7,499 m                 7,739 m

=>.Sebuah kapal mempunyai berat benaman 8000 tones KM = 8,7 m KG = 7,6

Memuat : 250 tones KG = 6,1 m diletakkan 7,6 m di kanan C / L, 300 tones KG = 0,6 m di letakkan 6,1 m di kiri C / L

Membongkar : 50 tones KG = 1,2 m di letakkan4,6 di kiri C / L

Ditanyakan : Sudut senget kapal sekarang ?

Jawab :

GM   =  KM – KG

=  8,7 – 7,6 = 1,1 m

No

Item

W

VCG

Moment

01

8000

7,6

60.800

02

+

250

6,1

1.220

03

+

300

0,6

180

04

-

50

1,2

- 60

8500         KG           62.140

KG’ = 62.140  = 7,35 m

8500

KM = 8,7 m

KG’  = 7,35 m –

GM’ = 1,35 m

No

Item

W

D

Helling

Kanan    Kiri

01

+

8000

-

-            -

02

+

250

7,6

1900         -

03

+

300

6,1

  -         1830

04

-

50

4,6

    -         230

8500                   1900     2060

=>.Sebuah kapal dengan ▲ = 5000 ton KG = 4,57 m, akan melakukan kegiatan di pelabuhan SBB.

Muat : 2000 ton dengan titik berat muatan

3,66 m di atas lunas

Muat : 1000 ton dengan titik berat muatan

7,62 m di atas lunas. Memuat sejumlah muatan di geladak ats dengan titik berat 12,12 m di atas lunas. Selesai pemuatan GM akhir tidak boleh kurang dari 0,3 mDiketahui : KM akhir = 5,03 m

Hitunglah : Banyaknya muatan yang dapat di muat di geladak atas !

Jawab :

Diketahui :   ▲   = 5000 ton

KG  = 4,57 m

W ( + ) =  2000 ton  → titik berat 3,66 m di atas lunas

W ( + ) =  1000 ton  → titik berat 7,62 m di atas lunas

Memuat di geladak ats dengan titik berat 12,12 m di atas lunas

W

D

∑ moment

5000

4,57

22850

2000

3,66

7,320

1000

7,62

7,620

x

12,12

12,12x

8000 + X                      37790 + 12x

KG akhir   =  KM akhir – GM

=  5,03 m – 0,3 m

=  4,73 m

KG akhir    =  ∑ M

∑ W

4,73    =  37790 + 12,12x

8000 +  x

=  37790 + 12,12x

8000 + x

4,73 ( 8000 + x ) = 37790 + 12,12x

37840 + 4,73       = 37790 + 12,12x

37840 – 37790    = 12,12x – 4,73x

50      = 7,39x

X      =   50

7,39

=  6,77 tons

=>.Sebuah kapal selesai muat dengan sarat rata-rata = 86 dm, akan keluar dari pelabuhan dimana terdapat daerah dangkal yang kedalaman di peta = 74 dm. Ramalan pasang malam ini maksimum 80 cm pada jam 24.00

Jawab :

Kedalaman di peta               = 740 cm

Pasang maks. Jam 24.00      =   80 cm     +

Kedalaman air maksimum   = 820 cm

UKC                                     =   30 cm     -

Sarat yang di minta              = 790 cm

Sarat rata-rata kapal             = 860 cm     -

▲sarat                                  =   79 cm

Ballast yang harus di buang = ▲sarat x TPC

=  70 x 20

=  1400 ton

=>.a.Terangkan mengapa terjadi perubahan sarat

kapal, jika berlayar di air yang BJ nya berbeda

b.Jelaskan bagaimana cara menghitungnya !

Jawab :

a.bila kapal bergerak dari perairan yang berat jenis airnya berbeda tanpa ada perubahan dalam beratnya, maka akan mengalami perubahan sarat, hal ini terjadi karena kapal itu akan memindahkan air yang beratnya sama karena berat jenis airnya berubah maka volume air yang dipindahkan juga akan berubah.

b.Cara menghitung dapat di lihat dengan Rumus :

Berat = Volume x  BJ

 

Apabila BJ airnya bertambah maka volume air yang di pindahkan harus berkurang agar massa air yang di pindahkan tetap & sebaliknya

c.Dengan cara di hitung titik berat muatan yang berada di suatu palka di hitung dari lunas kapal sampai setengah tinggi muatan yang ada dalam palka.

Gambar :

Oooooooooooooooo   →Jarak antara

Lashing Cargo

=>.a.Sebutkan rumus yang di peroleh dari sebuah percobaan stabilitas ( Inclining Experiment )

b.Terangkan bagaimana cara menghitung GM kapal, dengan mempergunakan rumus periode olengan kapal

Jawab :

a.TgӨº   =  GG’

GM

GM     =     w x d

▲x Tg Өº

b. T        =  0,785 x B, dimana :

√ GM        T  : Periode Olengan

B  : Lebar Kapal

√GM  =  0,785 x B

T

=>.Sebuah kapal Mean Draft  =  72 dm berangkat dari suatu pelabuhan laut.Carilah nilai –nilai berikut ini ( table – table terlampir ).

a.Nilai Displacement & Dead Weight

b.Nilai TPC & MTC – 1 cm

cNilai KN pada kemiringan- kemiringan tertentu

Jawab :

a.16700 T

b.TPC = 25 MTC – 1 cm = 2,35

c.KN = 8,5º

=>.Sebuah kapal container barada di pelabuhan selama 2 hari  dengan sarat rata-rata = 76 dm , KM = 10 m , KG = 8 m maka memuat container sebagai berikut :

- 40 Unit Container 20′ di tier 84

- 20 Unit Container 40′ di tier 08

- 10 Unit Container 20′ & 15 Container 40′ di tier 82 selama di pelabuhan Daily Consumption  FO ( Fuel Oil ) = 7,5 ton dan FW = 17,5 ton.

Diketahui : a.MGW ( Max Gross Weight )

Tiap container 20′ = 22,5 ton &

tiap Container 40′ = 33,5 ton

b.VCG Tier 08 = 9 m, tier 82 = 12 m

tier 84 = 15 m

c.TPC  =  20

Hitunglah :

a.GM kapal jika nilai KM tidak berunah

b.Sarat rata-ratakapal setelah selesai kegiatan

Jawab :

2272,5   x VCG  = 28210

VCG       =  ∑ Moment = 28210 = 12,4

No

Item

W

VCG

Moment

01

+

900

15

13500

02

+

670

9

6030

03

+

225

12

2700

04

+

502,5

12

6030

05

-

7,5

2

-15

06

-

17,5

2

-35

∑ W         2272,5

GM         =  KM – KG   = 10 – 12,4  = – 2,4

GG’         =  KG baru – KG lama

=  12,4 – 8       = 4,4

Gm awal =  – 2,4

GG’         =  4,4       +

GM akhir=  2,2

=>.Jelaskan dengan gambar :

a.Cara memberi nomer gading-gading kapal

b.Cara memberi nomer & huruf pada kulit-kulit kapal

Jawab :

a.Gading-gading di beri tanda / nomer dengan angka dari belakang ke depan, penomoran di mulai dari bidang teak belakang ( cagak kemudi ) sehingga gading nol di beri nomer, Nomer urut ( + ) 1, 2, 3, 4, 5. . . . dst atau dengan huruf abjad kecil a,b,c,d,e. . . .dst atau dengan hurufabjad kecil a, b, c, d, e . .

Gambar :

                       1                   2                3

1.Kelompok gading-gading haluan

2.Kelompok gading-gading tengah

3. 0, 1, 2, 3, 4, 5

b.- Pemberian tanda pada kulit kapal  mulai dari bawah ( lajur pengapit lunas ) terus keatas secara alphabet A, B, C, D. . . dst

- Pemberian nomer kulit kapal tersebut secara berturut-turut dari belakang ke depan atau sebaliknya.

Gambar :

G1 G2 G3 G4 G5 G6 G7
F1 F2 F3 F4 F5 F6 F7
E1 E2 E3 E4 E5 E6 E7
D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7
C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7
B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7
A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7

1

2

3

4

5

6

7

=>.Sebutkan dan gambarkan ketentuan konvensi SOLAS 1974 tentang letak sekat tubrukan

( Collision Bulkhead )

a.Di kapal barang

b.Di kapal penumpang

Jawab :

a.                                    b = jarak terkecil dari ketentuan

b = > 5 % L b = 10 mtr

HP                        b = < 8% L

b

        b.

                 FP

                  b

x

          p

=>.Terangkas tugas suatu Biro Klasifikasi :

Jawab :

TugasBiro Klasifikasi yaitu :

- Menetapkan dan menyempurnakan aturan dan persyaratan bagi konstruksi bangunan kapal

- Menetapkan / memmberi klas pada suatu kapal

- Mengeluarkansertifikat bagi kapal

- Melakukan pengawasan terhadap perbaikan & Docking kapal

Comments are closed.